Awalnya ia penganut paham Manikheisme yang memperkenalkan diri sebagai orang-orang Kristiani dan menjanjikan agama yang sama sekali rasional. Ia tertarik dengan paham ini karena ia ingin menemukan suatu agama yang sesuai dengan kerinduannya akan kebenaran dan sekaligus kerinduannya untuk mendekati Yesus.
Pertobatannya pada Kristianitas terjadi pada 15 Agustus 386. Ia dibaptis pada 24 April 387 di usinya yang ke 32 tahun, dalam suatu acara Malam Paskah di Katedral Milano. Permulaan pertobatannya diawali ketika membaca Hortensius, karya Cicero. Karya Cicero tersebut membangkitkan dalam hatinya cinta akan kebijaksanaan.
Dikatakan demikian, yang ditulisnya dalam Confessiones III 4,7: "Buku itu benar-benar mengubah perasaan hatiku. Segala harapan yang sia-sia tiba-tiba kehilangan artinya bagiku, dan aku mendambakan kebijaksanaan kekal dengan kerinduan hati yang amat besar".
Ia terkesan dengan homili Uskup Milan, Ambrosius yang menjelaskan Perjanjian Lama. Hal itu membuatnya mengenal Allah sebagai yang murni Roh, sipritualitas jiwa dan kehendak bebas. Ia memahami Allah sebagai yang murni bersubstansi spiritual dan lawan dari Allah ialah setan.
Simplicianus, pengganti Uskup Ambrosius menunjukkan kepada Agustinus ajaran Plotinus pada Nous yang dilengkapi oleh pemikiran spekulatif tentang Logos dalam Prolog Injil Yohanes. Dengan demikian Filsafat menghantarkannya pada iman dalam Logos Allah

0 Response to "Riwayat St. Agustinus"
Posting Komentar